Tips Memilih Penangkal Petir

Tanggal :15/02/2021 12.38.00 Penulis : Atmawijaya
Pengertian dan jenis penangkal petir telah kita bahas sebelumnya. Selanjutnya, tentu akan ada niat untuk memasang penangkal petir tersebut di rumah atau bangunan milik Anda. Tak bisa dipungkiri, hidup di Indonesia juga memiliki risiko terkena sambaran petir. Anda membutuhkan tips memilih penangkal petir untuk dapat terhindar dari kejadian tersebut.

Penangkal petir saat ini sangat mudah ditemukan. Bahkan banyak dijual di toko-toko peralatan listrik atau material. Harganya pun bervariasi, paling sederhana Anda bisa memasang penangkal petir konvensional di rumah Anda. Bagaimana lebih detailnya, berikut adalah tips memilih penangkal petir di rumah atau bangunan lain.

Memilih Jenis Penangkal Petir yang Tepat Bagi Rumah atau Bangunan Anda

Dari artikel sebelumnya, kita sudah mengetahui jenis-jenis penangkal petir. Ada penangkal petir konvensional dan penangkal petir elektrostatis. Dari segi harga, memang penangkal petir konvensional jauh lebih murah. Namun untuk perlindungan yang lebih lengkap, sebaiknya menggunakan penangkal petir elektrostatis.
 
penangkal petir kovensional dan elektrostatis
jenis penangkal petir

Kami siapkan tips memilih penangkal petir yang tepat untuk Anda. Pertama, memilih jenis penangkal petir yang tepat bagi rumah Anda. Penangkal petir konvensional selain murah, juga lazim digunakan untuk rumah pribadi, sementara jika digunakan untuk bangunan-bangunan perusahaan seperti pabrik, kantor atau gedung tinggi, lebih baik menggunakan penangkal petir elektrostatis.

Jenis Kabel Konduktor

Setelah memilih jenis penangkal petir yang dipakai, selanjutnya adalah memilih jenis kabel konduktor. Beberapa kabel yang tersedia di pasaran adalah kabel BC, NYY, Coaxial, A3CS dan A3C. Anda harus detail dengan diameter kabel, karena nantinya jika tersambar petir, maka kabel tersebut akan dialiri hingga 1000000 volt.
 
jenis kabel konduktor
jenis-jenis kabel konduktor

Sesuai dengan Standar Nasional Indonesia, kabel yang digunakan untuk penangkal petir harus minimal berdiameter 50 mm. Sebaiknya, gunakanlah ukuran kabel yang sudah ditentukan oleh SNI ini, agar tidak terjadi kegagalan sistem. Kegagalan fungsi kabel akan membuat kerusakan pada sisi bangunan, karena arus listrik tak disalurkan dengan baik ke grounding.

Perlindungan dari Induksi Magnet

Sebelum memasang penangkal petir, Anda juga harus mengantisipasi adanya induksi magnet yang akan menyerang alat elektronik Anda, bila terjadi sambaran petir. Arus listrik sambaran petir dapat mengganggu kerja sejumlah alat-alat elektronik atau alat listrik, dengan menciptakan induksi magnet atau induksi listrik.

Untuk mengantisipasi induksi, maka sebaiknya Anda memasang alat bernama arrester. Arrester ini akan menstabilkan arus listrik pada sejumlah alat-alat elektronik, sehingga tidak terdampak dari sambaran petir. Hal ini adalah merupakan bagian dari pemasangan penangkal petir dengan sistem proteksi internal.

Perhatikan Letak dan Tinggi Rumah Anda

Tips memilih penangkal petir selanjutnya adalah dengan mempertimbangkan letak dan tinggi rumah atau bangunan yang Anda miliki. Bila rumah Anda adalah bangunan yang berdiri sendiri, tanpa ada bangunan lain di sebelahnya, Anda patut waspada, karena risiko terkena sambaran petir akan selalu mengintai.Di situlah Anda harus memasang penangkal petir.
 
ketinggian gedung membpengaruhi penangkal petir
ketinggian akan mempengaruhi sambaran petir

Sambaran petir umumnya terjadi di tanah lapang dan di dataran rendah. Bila bangunan Anda terletak di perumahan yang terdapat bangunan lain di kanan-kiri bangunan Anda, maka peluang sambaran petir masih ada, namun tak setinggi pada bangunan yang beridiri sendiri, tanpa ada bangunan lain di sampingnya.

Memasang Instalasi Penangkal Petir

Pemasangan instalasi penangkal petir membutuhkan beberapa tahap, dari membuat grounding (pembumian), pemasangan kabel konduktor dan batang penangkal petir atau terminal (bagian penangkal petir yang ada di bagian teratas bangunan). Setiap langkah tersebut, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan di antaranya:
 
struktur instalasi penangkal petir
struktur instalasi penangkal petir

1. Membangun Grounding

Pembangunan Grounding sangat penting saat pemasangan instalasi penangkal petir di rumah atau bangunan lainnya. Grounding adalah sistem pembumian yang berfungsi sebagai isolator dari penghantar listrik, yang terdiri dari batang penangkal petir dan kabel konduktor. Untuk menjadi isolator yang tepat dan maksimal, maka grounding harus memiliki kriteria tertentu.

Tanah yang menjadi grounding harus memiliki kadar air yang tinggi, kadar keasaman yang tinggi serta kadar garam yang tinggi. Bagian penangkal petir yang ditanam di tanah, sebaiknya adalah tembaga yang sama dengan bagian kabel dan terminal. Hal ini disebabkan, agar arus listrik dari sambaran petir langsung tersalurkan secara cepat ke tanah.

Tanah yang baik dapat memiliki hambatan maksimal 5 ohm. Namun, pada setiap wilayah, kedalaman grounding bisa berbeda-beda. Ada suatu wilayah yang kedalaman tanahnya hingga 20 meter, namun hambatannya masih di atas 5 ohm. Tapi di wilayah yang sudah dibor untuk kedalaman 5 meter, hambatan sudah di bawah 5 ohm.

2. Memasang Kabel Konduktor

Tips kedua, adalah saat pemasangan kabel konduktor. Kabel Konduktor menjadi salah satu bagian penting pada penangkal petir, karena berfungsi sebagai penghantar atau penghubung arus listrik petir dari terminal ke grounding. Perhatikan beberapa hal berikut dalam pemasangan kabel konduktor, di antaranya adalah:

a. Sudut lancip harus dihindari pada untaian kabel yang menjulur ke bawah. Misalnya adalah kabel membentuk sudut kurang dari 90 derajat. Hingga 90 derajat karena hal tersebut nantinya akan membuat aliran arus listrik dari petir terhenti tidak sampai grounding, dan justru mengenai bagian tembok atau bagian lainnya dari sebuah bangunan yang ditempeli oleh kabel tersebut.

b. Bila ada belokan, buatlah kabel melengkung hingga tak membentuk sudut, agar arus listrik tetap sampai ke grounding. Gunakanlah kabel dengan label Standar Nasional Indonesia (SNI) pada bangunan Anda. Diameternya mencapai 50 mm. Hal ini sangat disarankan untuk tetap dalam koridor aman, sekaligus mengurangi adanya risiko kabel konduktor tak bekerja saat petir menyambar.

c. Tips selanjutnya adalah mengenai jalur kabel. Setidaknya ada 3 hal yang perlu Anda lakukan dalam pemasangan jalur kabel ini, yakni kabel sebisa mungkin harus langsung sampai ke grounding (pendek), kabel mendapat akses tercepat agar sampai ke grounding, dan sisi bangunan yang ditempeli oleh kabel diberi kabel konduktor dalam posisi mendatar.

3. Memasang Ujung Penangkal Petir

Beralih ke bagian teratas, yakni ujung penangkal petir atau terminal. Pemasangan ujung penangkal petir ini harus dipasang di bagian teratas dari sebuah bangunan. Semakin tinggi letaknya, maka semakin bagus, apalagi jika Anda memasang jenis penangkal petir elektrostatis yang mampu merangsang petir agar menyambar di terminalnya.
 
instalasi head terminal penangkal petir
instalasi head terminal penangkal petir

Ujung penangkal petir, atau biasa disebut sebagai batang penangkal petir terbuat dari tembaga yang merupakan penghantar listrik terbaik. Pemasangan ujung penangkal petir harus tersambung secara baik dengan kabel konduktor. Penyambungan harus dipastikan agar arus listrik dari petir yang mengalir tidak terhambat, dan langsung menuju grounding.

Beberapa hal tentang tips memilih penangkal petir yang tepat menjadi sangat penting untuk dibahas. Petir menjadi salah satu ancaman nyata yang terus ada, terutama bila musim penghujan datang.

Sambaran petir tidak bisa diprediksi kapan dan di mana akan terjadi. Dengan mengikuti beberapa tips di atas, harapannya rumah dan bangunan yang Anda miliki bisa terhindar risiko terkena sambaran petir.

Respon Komentar

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

* Komentar akan ditampilkan bila disetujui

kategori

Post terbaru

Komentar Terbaru

Tag

Ingin menghubungi kami?
Klik tombol dibawah
Logo IDT
Chatbot