CV. Wijaya Lightning Protection
CV.Wijaya Lightning Protection - Jual Penangkal Petir dan As Grounding Tembaga

Pengertian, Jenis, dan Manfaat Grounding System

Tanggal :28/04/2021 11.47.00 Penulis : Atmawijaya

Grounding system atau sistem pembumian merupakan seperangkat alat yang digunakan untuk menyalurkan arus listrik berlebih ke bumi, sehingga melindungi manusia dari sengatan listrik kejut. Selain itu juga sebagai proteksi terhadap komponen peralatan lainnya dari bahaya tegangan dan arus asing.

grounding system


Sistem pembumian adalah salah satu bagian dari sistem pengamanan perangkat kelistrikan dan rangkaian listrik yang harus selalu ada. Untuk melakukan pembumian, ada berbagai persyaratan yang berlaku yang menjamin sistem pembumian dapat bekerja dengan baik.

Bagian Komponen Instalasi Listrik yang Dibumikan

Setidaknya ada empat buah komponen instalasi listrik yang wajib untuk dibumikan atau diketanahkan dalam rangka mengamankan aliran listrik sebagai berikut:

komponen grounding



  1. Titik Netral yang berasal dari generator maupun transformator listrik. Menghubungkan titik netral dari generator atau transformator ke tanah dibutuhkan untuk memproteksi hal-hal yang berkaitan dengan gangguan hubung tanah.

  2. Kawat petir pada bagian atas dari saluran transmisi yang juga berperan sebagai lightning arrester harus dibumikan juga. Semua kaki dari tiang transmisi harus ikut dibumikan, mengingat kawat petir ada di sepanjang saluran transmisi. Dengan begitu, petir yang bergerak menyambar kawat petir akan seluruhnya disalurkan ke dalam tanah melalui setiap kaki dari tiang saluran transmisi.

  3. Seluruh komponen instalasi yang dengan mudah tersentuh manusia dan mudah menghantarkan listrik karena terbuat dari logam harus dibumikan. 

  4. Bagian bawah komponen pembuangan listrik dari lightning arrester. Tujuannya adalah supaya lightning arrester bekerja dengan maksimal dalam membuang muatan listrik yang berasal dari petir menuju bumi atau tanah. 


Manfaat dari Grounding System

fungsi grounding system


  • Mencegah timbulnya tegangan kejut listrik (shock) yang membahayakan orang di sekeliling daerah tersebut.

  • Sebagai sistem proteksi terhadap kinerja peralatan listrik dan juga elektronik, agar performanya tetap berjalan lancar.

  • Sebagai sistem perlindungan peralatan listrik dan rangkaian listrik, agar tidak rusak akibat timbulnya tegangan kejut listrik dari petir.

  • Menyalurkan energi dari sambaran petir yang mengenai komponen penangkal petir ke tanah.

  • Sebagai sistem untuk meningkatkan performa atau memperbaiki performa dari sistem kelistrikan.

  • Agar dapat menghasilkan arus tertentu yang besar dan juga lama timbulnya arus tersebut tidak akan menyebabkan ledakan dan juga kebakaran pada bangunan dan seisinya.

  • Melindungi orang-orang dari bahaya sengatan listrik, baik dalam kondisi normal maupun tidak dari tegangan sentuh serta tegangan langkah.


Tiga Jenis dari Grounding System

jenis grounding


  1. Single Grounding Single grounding atau pembumian single merupakan sistem pembumian penangkal petir yang dilakukan dengan menancapkan secara tegak lurus satu pasak atau batang logam ke dalam tanah. Selain batang logam, terkadang juga bisa digunakan pipa galvanis yang diisi dengan kabel BC pada bagian dalamnya. Selanjutnya pipa galvanis dihubungkan ke kabel penyalur menggunakan bak kontrol.

    Selain itu umumnya untuk grounding sistem para teknisi menggunakan batang tembaga / grounding rod. Seperti yang kita tahu bahwa tembaga adalah bahan material yang sangat bagus untuk menjadi konduktor / media yang bisa di aliri arus listrik setelah bahan emas.

  2. Paralel Grounding Sistem paralel grounding menjadi opsi terbaik, apabila sistem pembumian single kurang berjalan dengan baik seperti yang diharapkan. Sistem paralel grounding sebenarnya hampir serupa dengan single grounding, namun ditambahkan dengan material logam untuk melepas arus ke dalam tanah. Jarak antara material batang logam sekurang-kurangnya adalah 2 meter.

    Kedua batang logam tersebut harus dihubungkan menggunakan kabel BC atau BCC. Penanaman batang logam tambahan dapat dilakukan dengan mendatar di kedalaman tertentu. Selain itu, penanaman juga bisa dilakukan di sekeliling bangunan dengan membentuk cakar ayam atau cincin. Kedua teknik penanaman material logam dapat dilakukan bersama-sama dengan acuan resistansi atau tahanan sebaran di bawah 3 Ohm, setelah diukur dengan Earth Tester Ground.

  3. Maksimum Grounding Berbeda dengan dua jenis sistem pembumian sebelumnya, maksimum grounding memanfaatkan lembaran tembaga atau biasa dikenal dengan sebutan copper earthing plate, yang telah diikat menggunakan kabel BC sebagai bahan pembumian penangkal petir.

Selain memasukkan lembaran tembaga, dapat pula dimasukkan larutan semen bentonite di titik pembumian dari penangkal petir. Penambahan semen bentonite bertujuan agar kualitas resistansi dari pembumian meningkat dan tetap terjaga. Penggunaan maksimum grounding diterapkan pada daerah dengan tanah yang teksturnya lebih keras atau berbatu.


Faktor yang Berpengaruh Terhadap Sistem Pembumian

Agar sistem pembumian dapat bekerja dengan maksimal dan sesuai peruntukannya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, baik itu faktor internal maupun faktor eksternal seperti kondisi lingkungan.

  1. Syarat agar sistem pembumian dikatakan layak adalah apabila tahanan sebaran resistansi yang dimiliki sistem pembumian paling besar 3 Ohm. Sehingga apabila nilai tahanan bisa di bawah 3 Ohm, akan lebih baik.

  2. Material yang digunakan untuk melakukan pembumian penangkal petir adalah material batang tembaga, kerucut tembaga, dan lempeng tembaga. Luas permukaan material pembumian penangkal petir yang ditanam ke tanah sangat berpengaruh terhadap nilai resistansi dari penangkal petir. Nilai resistansi semakin rendah ketika luas permukaan material pembumian penangkal petir yang ditanam ke tanah semakin besar. Kinerja penangkal petir dikatakan semakin baik, apabila nilai resistansinya semakin rendah.

  3. Kedalaman pemancangan batang logam elektroda bergantung kepada jenis tanah dan sifat tanah tersebut. Jenis tanah yang keras serta berbatu, maka lebih efektif apabila pemancangan dilakukan dalam ke dalam tanah. Sementara itu, pada tanah yang lebih gembur seperti tanah liat dan tanah rawa, maka pemancangan batang logam elektroda cukup dilakukan secara dangkal.

  4. Nilai tahanan jenis tanah yang merupakan nilai resistansi tanah. Analisis nilai tahanan jenis tanah harus dilakukan sebelum dilakukan pemancangan batang logam. 


Grounding system atau pembumian merupakan penghubungan salah satu bagian peralatan listrik ataupun badan listrik seperti transformator, motor, pemutus daya, dan generator yang pada kondisi normal tidak dialiri arus listrik ke dalam tanah. Fungsi utama pembumian adalah untuk proteksi.

Jika Anda membutuhkan jasa pemasangan grounding sistem dan penangkal petir atau hanya ingin membil equiment nya saja Anda bisa kunjungi website Kami www.pusatgroundingindonesia.com.